Festival tasikmalaya

Festival Tasikmalaya 2017 – Gelaran karnaval budaya menjadi hidangan pembuka acara Tasikmalaya October Festival 2017. Ketertarikan orang-orang yang demikian tinggi ketika menyaksikan rangkaian acara yang disuguhan serta macam seni budaya dan kerajinan ciri khas local (Tasikmalaya) mengisyaratkan Tasikmalaya siap jadi tujuan wisata berbasiskan industri kreatif.

Mulai sejak jam 06. 00 WIB, ribuan orang masyarakat dalam dan luar kota Tasikmalaya telah berkumpuk di titik start karnaval, di samping kantor Disporabudpar Kota Tasikmalaya. Jumlah orang-orang serta wisatawan makin bertambah bersamaan pembukaan TOF 2017 dan saat acara menjelang siang.

Walikota Tasikmalaya, H.Budi Budiman, mengatakan bahwa acara Tasikmalaya October Festival ini merupakan rangkaian untuk menyambut Hari Ulang tahun jadinya kota Purwakarta yang tahun ini memasuki tahun ke 16.

“Ini pesta warga Tasikmalaya yang menjadi kebahagiaan kita semua terutama masyarakat Tasik,” tambahnya H Budi Budiman saat penyabutan pembukaan acara TOF.

Ia menyebutkan, TOF adalah bagian dari calendar of event pariwisata Tasikmalaya. Dimana ada banyak aktivitas di dalamnya. Dari mulai aktivitas karnaval, festival kuliner, serta seminar internasional.

” Dalam karnaval ini kita suguhkan apa yang menjadi ciri khas dan yang dimiliki Tasikmalaya untuk menjadi kota industri kreatif. Dimana industri kreatif ini juga akan kita dorong jadi pusat tujuan wisata product kreatif di Jawa Barat selatan, ” ucap H Budi Budiman.

Industri kreatif di Tasik memanglah telah banyak di kenal, salah satunya Batik, Mendong, serta Bordir, termasuk juga Kelom Geulis serta Payung Geulis.

” Semoga aktivitas ini bisa selalu di promosikan ke tingkat Nasional. Karna di dalam masa globalisasi serta teknologi seperti saat ini, seni serta budaya yaitu potensi besar yg tidak dipunyai negara beda, ” ujar Budi.

Deputi Bagian Pengembangan serta Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti, menyebutkan kalau Kementerian Pariwisata selalu mendorong daerah yang mempunyai prinsip besar pada pariwisata. Ditambah lagi, Tasik mempunyai potensi yang begitu besar.

” Terutama di industri kreatif. Jadi, Tasikmalaya telah ada di jalur yang pas, ” tutur Esthy, didampingi Kepala Bagian Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan.

Terkecuali atraksinya di bagian industri kreatif, tambah Esthy, Tasikmalaya juga miliki pendukung amenitas serta aksesibilitas yang mumpuni. Bahkan juga, bila kelak Bandara Kertajaya Jawa Barat diresmikan, pariwisata Tasikmalaya juga akan makin terangkat.

” Tasikmalaya mesti ambil kesempatan itu serta Tasik dapat jadi hub city jadi tujuan di Priangan Timur, ” ucapnya.

Disamping itu, Wawan mengatakan kalau Tasikmalaya mempunyai beberapa ratus pesantren hingga miliki potensi dalam pengembangan wisata religi.

Wakil Ketua Komisi X, Ferdiansyah, juga mengharapkan pemerintah daerah bisa selalu menguatkan persiapan hingga proses acara di th. depan bisa disiapkan dengan baik serta promosi juga dikerjakan tambah baik.

” Menjadikan Tasik jadi tujuan akhir maksud wisata, bukanlah sekali lagi cuma untuk kota berkunjung. Ke depan agenda-agenda aktivitas pariwisata dapat mendukung atraksi yang bisa menarik wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, ” kata Ferdiansyah.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sangat mengapresiasi terselenggaranya Tasikmalaya October Festival yang disebut arena tahunan. Menurut dia, penyelenggaraan festival ini bisa jadi fasilitas promosi yang efisien dalam mengenalkan satu daerah hingga jadi daya tarik wisata.

” Jawa Barat potensinya begitu besar. Gerakan wisatawan ke Jawa Barat begitu tinggi. Tasikmalaya mesti siap. Kementerian Pariwisata siap mensupport, ” tutur Arief.

sumber