merubah penyesalan

Motivasi Hidup : Sampai kapan penyesalan mengarungi hidup Anda?  Penyesalan bisa menghampiri kita kapan saja, dimana saja, bahkan dalam kondisi baik atau buruk dalam hidup yang di jalani, kesalahan saat mengambil keputusan mungkin itulah faktor utama yang menyebabkan penyesalan, begitu juga prioritas yang di di harapkan tidak berujung pada hasil yang di inhinkan, jalan pemikiran yang salah,dan tidak memanfaatkan apa yang Anda miliki merupakan faktor penyebab datangnya sebuah penyesalan.

Semua orang pasti menginginkan yang namanya “Kesuksesan” bukan?, baik itu dalam bidang keuangan, keluarga atau hal hal yang mungkin bisa menarik kerutan bibir hingga menjadi sebuah senyuman manis nan indah.

Namun karena beberapa faktor di atas tadi, Tidak sedikit bahkan banyak sekali orang menyesali hidupnya saat ia mulai menginjak hakikat kedewasaan atau sudah mencapai usia kematangan yang mana dalam posisi seperti itu setidaknya kita membutuhkan pondasi hidup untuk bekal hidup di masa yang akan datang

Bagi mereka yang sudah mengalami penyesalan dalam hidupnya mungkin serba lelah menghadapi dunia nyata, susah, serasa sempit akan dunia yang di jalani. Bukan hanya itu saja melainkan bisa mengakibatkan frustasi dan tidak sedikit orang yang berani mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena faktor penyesalan

Anda mungkin pernah mendengar atau melihat kenyataan hidup seseorang yang begitu pahit di berbagai media, di televisi, media online, media cetak, atau melihatnya langsung dengan mata telanjang.

Lantas seketika, gerutu dalam hati bertanya :

“kenapa hal itu bisa terjadi pada hakikat seorang manusia? “

Salah satu jawaban paling tepat adalah mereka merasa hidupnya sudah menemui titik dimana ia tidak bisa memanfaatkan apa yang dia miliki yang besar kemungkinan fikirannya diarungi kegagalan, BUKAN HANYA ITU! Ia juga merasa sia-sia atas kerja keras serta usaha yang di lakukannya di waktu silam

Padahal jika kalian sadar akan kehidupan, ternyata di setiap hari, jam, menit, bahkan detik sekalian kita selaku berada dalam kondisi percobaan dimanapun dan kapanpun itu.

Mungkin anda bertanya “selalu dalam kondisi percobaan? Apa tidak salah?” oke saya akan memberikan sedikit contoh untuk memperjelasnya!

Bayangkan jika anda seorang manusia normal mungkin anda akan mengalami yang namanya “kisah cinta“, Anda mungkin tidak menyadari arti kata “kisah” padahal jika ditelusuri menggunakan fikiran sehat berarti mengartikan lika liku perjalanan cinta,

Nah contoh yang di ambil adalah seketika anda putus cinta dikarenakan sudah melakukan hal ceroboh saat membangun pondasi cinta yang mana bisa membuat hancurnya hubungan antara Anda dan pasangan anda, misalnya SELINGKUH dan seketika itu hal buruk yang anda lakukan yang tadinya berjalan dengan skema diam diam terungkap.

Pada saat itu pula pasangan anda mengetahuinya sehingga dipertemukan dengan masalah besar yaitu pertengkaran dan bila situasi seperti ini di hadapi dengan ketegangan karena hal buruk yang anda lakukan maka tidak heran jika kata “PUTUS” menghampiri anda padahal Anda masih sayang sama dia.

Dalam keadaan seperti ini anda tidak sadar bahwa anda sedang mengalami yang namanya “percobaan”.

Lantas bagaimana sikap yang dikeluarkan pada posisi seperti ini?. Apakah melakukan perbaikan? Atau anda acuh tak acuh dan egios yang di keluarkan.

Semua jawaban diatas meiliki kriteria masing masing yang mana jika anda melakukan perbaikan dengan cara merubah pondasi hidup anda maka hubunganpun bisa berlanjut, begitu juga sebaliknya bila mana ke egoisan Anda selalu berada dalam puncaknya maka sudah di yakini hubungan Anda tidak akan berjalan lagi.

Sebelum berbalik pada pembahasan, saya menginginkan anda faham betul akan contoh di atas supaya fikiran anda tidak pontang panting saat membaca sebagian teks di bawah

Berbalik pada pembahasan!

Bila mana Anda sudah terjerumus dalam penyesalan alangkah baiknya kita mengambil antisipasi dan merubah pola pikir kita, selama kita masih bernafas, jiwa raga masih kuat, serta pemikiran Anda masih bisa digunakan mengapa tidak memanfaatkan hal tersebut.

INGAT! Penyesalan bukanlah akhir dari segalanya, anda masih bisa merombak dan memulainya lagi dari awal.

Jika tidak seperti itu maka ambil jalan pintas yaitu menyadari kesalahan yang anda lakukan sebelumnya sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah awal kehidupan yang jauh lebih baik dan penuh dengan makna.

Apa yang menjadi penyesalan anda?

Apapun penyesalan yang anda rasakan, sepahit apapun dan sekesal apapun itu, bukalah pintu hati dan ijinkan penyesalan itu menjadi alat yang akan membawa kehidupan anda lebih baik.

Salah satu penyebab dari sebuah penyesalan pada manusia mungkin berbeda-beda, namun perlu di ingat untuk selalu FOKUS sebab fokus akan menentukan hasil nyata di hidup kita.

Jika kita hanya berfokus pada suatu hal yang bersifat negatif, maka besar kemungkinan kita banyak menjumpai hal negatif pula di hidup kita,begitu juga jika kita berfokus pada hal yang baik, menaruh setiap urutan prioritas dengan benar maka besar kemungkinan kita memiliki hidup yang jauh lebih bermakna, sekalipun itu bukan berarti kita akan terbebas dari hasutan dan masalah.

Coba renungkan dan pertimbangkan! dari banyaknya waktu yang Anda miliki, sebagian besar Anda habiskan dimana? untuk apa? dan apa yang dihasilkan ?

Bagaimana juga, Anda mengisi sebagian besar waktu yang Anda miliki akan menentukan bagaimana kehidupan Anda hari ini dan masa yang akan datang.

Hidup tidaklah diukur dari seberapa lama kita hidup di dunia ini seberapa jauh kita melangkah, seberapa banyak penghargaan yang di raih, melainkan bagaimana kita mengisi, mengatur serta memaknai hidup ini hingga ketika kita telah mencapai garis akhir di kehidupan tidak merasakan penyesalan sedikitpun.

Semoga bermanfaat dan mudah mudahan menginspirasi sehingga anda lebih yakin dan selalu bersikukuh untuk meraih kesuksesan serta kebahagiaan yang ada di hadapan anda

Terima kasih @wawankurnia23