kerokan

Fakta tentang kekokan –Istilah masuk angin memang sangat umum di tanah Air Indonesia padahal penyakit masuk angin dalam dunia kesehatan masih Ambigo (belum pasti) ada yang mengatakan masuk angin merupakan gejala Flu atau hal bias lainnya dan biasanya kerokan bisa mengatasi dan menyembuhkan masuk angin dan sendawa

Tapi apakah kerokan merupakan cara terbaik yang bisa mengatasi masuk angin? Dan apakah kerokan memiliki dampak buruk untuk kesehatan? apakah hanya mitos belaka?

Gejala masuk angin sering di temukan dalam pergantian musim atau cuaca atau bisa disebut juga pancaroba, sebagian besar masyarakat indonesia memilih kerokan ketika badan merasa nyeri atau pegal dikarenakan masuk angin atau aktivitas sehari-harinya

Hanya bermodalkan sekeping uang logam dan cairan pelicin atau bisa juga dengan cairan penghangat tubuh (bagian luar) kerokan dapat dilakukan

Namun mesti kerokan telah dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang, generasi ke generasi tapi masih ada saja anggapan keliru tentang kerokan,

Tidak hanya di indonesia saja, negara-negara lain seperti China, Vietnam, Kamboja dan Laos mereka sudah melakukan metode ini untuk menyembuhkan masuk angin

Tidak di Indoneisa tidak juga di Asiabe, berapa artis top dunia sudah mencoba kerokan ketika saat dirinya mengalami masuk angin, salah satu diantaranya Justin Bieber, berarti praktek tradisional ini bisa dibiibilang mendunia untuk mencegah atau mengobati masuk angin.

Namun komentar negatif datang dari mereka (bukan orang indonesia) yang melakukan hal ini, sebagian mereka yang belum tahu kerokan menganggap jika warna merah di badan atau leher itu adalah bekas kekerasasn seperti di beberapa negara Benua Amerika dan Eropa, jika ditemukan pada ibu rumah tangga mereka menggap adanya kekerasan rumah tangga (KDRT), atau jika ditemukan di anak anak maka mereka bisa dinyatakan mengalami kekerasan yang berujung mengundang tindak pidana.

Tapi untuk orang indonesia sendiri pasti sudah hafal garis merah di tubuh atau di leher karena meraka sendiri sering melakukannya

Meninjau banyak orang yang melakukan hal ini saya jadi penasaran tentang bahaya atau manfaat kerokan, tetapi setelah saya mencari informasi dalam beberapa hari kebelakang alhamdulillah bisa menemukan pencerahan mengenai kegiatan ini.

Mitos dan Fakta Kerokan Untuk Mengatasi Masuk Angin, Dari Albert Einsten Sampai Ibu Hamil

#1. Dari Teori Albert Einsten

kalangan intelek mengungkapkan bahwa kerokan adalah perwujudan dari teori relatifisme Albert Einsten yaitu E=MC2 (E sama dengan MC kuadrat) yaitu gesekan yang dilakukan terus menerusakan akan memunculkan energi, energi ini berarti saat kerokan tubuh akan mengalami peningkatan suhu apabila digosok terus menerus dengan tangan atau benda lain seperti koin, panas tubuh yang meningkat mengakibuatan pelebaran pembuluh darah sehingga mengakibatkan oksigenasi darah yang berujung akan meredakan rasa sakit pada tubuh.

#2.Bekas Merah Bukan Sedang Mengalami Penyakit Mematikan

Sebagian orang yakin bahwa semakin merah bekas kerokan menandakan bahwa tubuh kita sendang mengalami kondisi tubuh sangat sakit, namun anggapan ini harus dibuang jauh-jauh karena pada dasarnya kerokan memperlebar pembuluh darah tepi yang menyempit atau menutup sehingga kerokan akan mejadikan warna merah di kulit,

Tanda jejak bekas kerokan merupakan jejak pembuluh darah yang atau terbuka seiring gesekan koin, darah tersebut aakn mengisi aliran darah yang sebelumnya tertutup intensitas akan semakin memerah jika di tekan lebih kuat.

#3. Punggung Adalah Tempat Yang Paling Baik Untuk Kerokan

Seperti yang kita keathui bahwa pungung adalah tempat tubuh paling ideal untuk kerokan karena banyaknya urat saraf yang paling panjang dan menyebar kemana-mana, pembuluh darah tepi yang pecah di ujungnya akibat kerokan akan memaksa sekujur oembuluh darah tersebut melebar.

Sebaiknya kerokan juga di lakukan mengikuti arah fermaton atau arah syaraf menuju kulit yaitu kanan dan kiri tulang punggung.

#4. Membuat Tubuh Tenang dan Segar

Disamping memperlancar aliran darah yang mampu mengurangi nyeri otot dan pegal-pegal, kerokan juga mampu membuat tubuh kembali tenang dan segar.

Hal ini karena kerokan bisa meningkatkan morfin alami tubuh yang bernama Beta endorvin.

Produksi Hormon ini diatur oleh jaringan endotel yaitu bagian terdalam pembuluh darah kita.

Ternyata gerakan yang dihasilkan dai kerokan mampu mencapai dasar jaringan tersebut sehingga produksi beta pada tubuh kita menjadi meningkat.

Konsep ini sama seperti saat di pijat yaitu menjadikan tubuh kembali segar dan tenang.

#5. Menigkatkan Kekebalan Tubuh

Kerokan memang diyakinin bisa menghilangkan pegal-pegal dan bisa menenangkan, selain itu, kerokan ternyata mampu meningkatkan kekebalan tubuh, pelebaran dan pelebaran diameter pembuluh darah akibat kerokan secara tidak langsung juga menyediakan ruang lebih untuk pergerakan sel darah putih yang merupakan agen kekebalan tubuh utama.

Sel-sel darah putih akan semakin beraksi kerika ribuan ujung sel darah tepi pecah seperti terbentur atau terpukul

Pecahnya pembuluh tepi atau yang biasa disebut peradangan ini juga memicu reaksi zat anti peradangan yang disebut Shotocemis

Ilusi seakan akan tubuh kita sedang terserang radang atau terluka saat kerokan akan memicu pergerakan sistem kekebalan tubuh.

#6. Menyebabkan Kontraksi Dini Pada Ibu Hamil

Khusuh untuk ibu hamil kerokan tidak disarankan karena berakibat kelahiran yang prematur.

Zat Syto Cemis yang ada dalam orang biasa dapat menjadikan kekebalan tubuh, tapi untuk ibu hamil zat ini kan berkibat sebaliknya yaitu munculnya zat prosta glandit.

Zat tersebut akan mengakibatkan kontraksi dini pada kehamian sehingga beresiko menyebabkan kelahiran prematur.

Resiko terjadinya kontraksi dini akibat dari kerokan umumnya sangat tinggi bagi ibu hamil ketika usia kehamilan pada timester tiga.

Nah itulah beberapa fakta akibat dan manfaat dari kerokan yang harus Anda ketahui.

Semoga bermanfaat.